TUGAS dan KEJUTAN
Jam dinding rumahku sudah menunjukkan pukul delapan malam. Dan aku belum mengerjakan sedikitpun tugas kuliah yang harus sudah berada di meja dosen Ilmu Budaya Dasarku besok pagi. Aku bukannya tidak mau mengerjakannya, hanya saja belum ada ide yang terlintas dibenakku pada saat itu. Mataku hanya terfokus pada sebuah kotak kecil yang menampilkan visual gambar yang sangat menarik untuk dilihat. Itulah televisi, sebuah kotak kecil yang keberadaannya sangat menghidupkan hariku. Aku tidak bisa membayangkan apa yang orang-orang zaman dahulu lakukan ketika tidak adanya benda yang namanya televisi ini. Tidak mau pusing memikirkan itu semua, aku kembali mengumpulkan fokusku yang tengah berceceran dimana-dimana. Dengan pelan kututup mataku berharap nantinya akan ada ide yang terlintas. Karena, hal itulah yang sering aku lakukan ketika ingin bertenang diri. Ya walaupun ujung-ujungnya aku tertidur, tapi semua hal menutup mata itu memang sangat membantu. Apalagi bila diiringi dengan alunan musik lembut yang menyejukkan hati. Namun, bukannya ide yang datang menghampiriku pada saat itu, malah beberapa kenangan kecil yang terlintas dibenakku. Lalu aku berbicara dengan diriku sendiri, “Ah, tidak ada salahnya bila aku mengingat sedikit tentang kejadian lucu dari ulang tahunku, daripada pada buntu tidak ada pikiran tentang tugas ini.”
***
“RAHMAAAAAN!!!!!!”, teriak salah seorang pembantuku sembari memegang telepon rumah. “Bangun! Ibu ngajak jalan-jalan tuh, ayo siap-siap, bangun, mandi, berbenah gitu biar rapi”, ucapnya lagi. Dengan malas ku angkat pantatku menuju tempat yang paling aku benci dirumah ini, yaitu kamar mandi. Ya, aku merupakan orang yang malas mandi. Walaupun demi alasan yang namanya kebersihan, tetap saja entah mengapa aku tidak pernah mnjadi seseorang yang rajin untuk melakukan kegiatan yang dilakukan dua kali sehari tersebut. Walaupun aku anaknya jarang mandi, tapi aku bukanah anak yang jorok karena aku selalu mengganti benda yang berwujud segitiga itu dengan rajin.
Sembari membersihkan badan dengan terpaksa, aku berpikir dan bertanya dalam hati, “Tumben yah mama mengajakku jalan-jalan?? Biasanya juga dia sibuk arisan dimana-mana. Tapi tidak apa-apa deh, kapan lagi aku bisa jalan dengan mamaku tercinta”. Kemudian kupercepat gerak mandiku dengan harapan bisa bertemu mama tepat pada waktu yang diinginkan, karena mama tidak suka dengan orang yang tidak tepat waktu. Maklum, mama sudah lama menikmati kehidupan bangsa barat yang serba disiplin, karena mama sejak kuliah tinggal disana hingga melahirkan diriku yang tampan ini kedunia. Ketika aku menginjak usia dua tahun, barulah mama pindah ke Jakarta, ya walaupun beliau sering meninggalkan diriku ketika masih kecil hanya untuk mengerjakan pekerjaannya diluar negri. Tapi itu tidak membuat hubungan kami menjadi suatu hubungan orangtua-anak yang basi.
***
“Mbok, aku pergi dulu ya, jaga rumah. Aku juga tidak tau pulang atau nginep di hotelnya mama, ntar aku kasi tau lagi okeee?” teriakku menggetarkan rumah besar istanaku. Setelah pamitan dengan si mbok, aku bergegas mengambil kunci mobil, memanaskannya sebentar, lalu tancap gas menuju hotel mamaku. Aku hanya bisa diam selama perjalanan menuju hotel. Diam mendengarkan musik yang tengah berputar pada salah satu radio favoritku. Jelang lima belas menit kemudian, mobil telah kuparkirkan dengan sempurna, dan semuanya sudah beres tinggal menunggu mama turun kelobby karena disanalah aku akan menjemput beliau. Sesekali kulihat jam ditangan yang tengah menunjukan pukul lima sore. Sembari menunggu kedatangan mama, aku duduk manis disalah satu kursi lobby hotel dan mengeluarkan ponsel canggilku. Tanpa kusadari, satu jam telah berlalu. Kehadiran orang yang kutunggu-tunggu tidak juga datang. Dengan heran aku mencari nomor mama kemudian menelponnya. “Tiiit…tiii…tiittt”, hanya suara itulah yang kudengar dari nomor handphone mamaku. Dan itu bertanda dia tidak mengangkat telepon genggamnya. Dengan was-was kuulangi lagi untuk menelpon beliau dengan me-redial nomornya. Namun kembali kudengar nada datar yang seharusnya tidak kudengar itu. Dengan kekhawatiran yang tinggi kuhampiri petugas resepsionis dan berharap mereka dapat menjawab pertanyaan yang akan aku tanyakan tentang mama. “Maaf mas, boleh nanya tidak?” Tanya ku menyengir. “Oh ya mas, silahkan. Memang tugas kami untuk menjawab pertanyaan pelanggan.” Jawabnya dengan kepercayaan diri yang tinggi. Akupun membalas, “Gini mas, penghuni kamar 1307 uda check out belum? Atau ada nitip pesan tidak?”. Diam sejenak kemudian dengan cekatan pegawai tersebut mengecek komputer hotel. Kemudian dengan wajah setengah memelas dan setengah kecewa ia berkata, “Maaf mas, tidak ada laporan check out tentang keberadaan pengguna kamar 1307 itu mas, palingan beberapa hari kemarin, tapi untuk saat ini belum mas.” “Wah, masa ia mas? Ya uda deh, thanks mas ntar aku langsung cek ke kamarnya aja.” Sembari mengeluarkan pecahan duit sepuluh ribu dua lembar yang kemudian aku berikan kepadanya sebagai ucapan terimakasih. Dengan penuh perasaan curiga, kecewa, kaget, kulangkahkan kaki menuju lift terdekat. Dengan sabar kubawa diriku terbang menuju lantai tiga belas yang merupakan lantai tertinggi digedung itu, lantai dimana tempat mama menginap. Mataku sampai kelilipan melihat banyaknya angka yang ditunjuk lift tersebut yang pada akhirnya menunjuk pada lantai yang aku tuju, tiga belas. Pintu lift terbuka dan kulangkahkan kakiku menuju kamar 1307. Tidak sulit untuk mencari kamar tersebut karena kamar itu tepat berada didepan lift dan memiliki pintu kamar yang warnanya berbeda dengan pintu kamar lainnya. Ya, karena itu merupakan kamar khusus dan termahal dihotel ini yang tentunya membayar tagihannya merupakan hal yang tidak sulit untuk seorang ibu yang bekerja di luar negri seperti mamaku.
***
Tok. Tok. Tok.
Tiga kali kuketuk pintu kamarnya. Tak ada jawaban dari dalam. Kembali kuketuk, sambil memainkan gantungan kunci mobilku. Dan kembali tak ada jawaban. Dengan rela hati ku biarkan tanganku melayang-layang diantara tombol bel yang berwarna-warni itu.
Ting Tong. Ting Tong.
Hening tidak ada suara dari dalam kamar itu. Kuulangi sekali lagi kegiatan memencet bel itu dengan harapan, mama akan datang dan memeluk anak satu-satunya ini. Namun sama seperti sebelumnya, tidak ada tanggapan yang berarti dari dalam. Karena heran dengan kondisi yang sangat jarang terjadi ini, kudekatkan salah satu telingaku ke pintunya. Sayup-sayup kudengar seperti ada suara dari salah satu artis favoritku. Diselimuti perasaan ingin tahu, kudekatkan lagi telingaku sembari berharap bahwa mama memang sedang mengobrol dengannya, karena jika itu benar terjadi tentunya hal itu sangat menyenangkan. Namun aku sadar, ternyata itu hanyalah suara dari salah satu program drama di televisi. Dengan berat hati aku pergi menuju lobby di lantai tersebut. Dan berniat meminta tolong kepada salah seorang pegawai yang sedang berkeliling untuk membuatkan panggilan yang ditujukan pada penghuni kamar 1307. “Maaf mas, kamar 1307 sepertinya sedang tidak ada orangnya mungkin ibunya mas tidak berada disana” kata pegawai berseragam merah itu. Akupun bingung, dan bertanya-tanya. Tidak mungkin mama membiarkan televisi menyala begitu saja karena hal tersebut termasuk kepada pemborosan, hal yang sangat dibenci mama. Ya kalau benar mama sudah meninggalkan hotel, pastilah mama sudah mematikan televisi itu. Tiba-tiba muncul pikiran nakal di benakku tentang kejahatan yang marak terjadi di hotel akhir-akhir ini. Kekerasan, pemerkosaan, penculikan, penyiksaan, hal buruk itu bisa saja terjadi pada mamaku. Bergegas kuceritakan semua kepada pegawai tentang apa yang terjadi pada mama dengan harapan ia dapat memberi ijin untuk mengecek langsung kedalam kamar yang mama tinggalkan itu. Setelah bercerita panjang lebar, semudah membalikkan telapak tangan sang pegawai langsung memberikan kunci kamar mama. Tanpa memberikan arahan sedikitpun. Akupun kembali bertanya pada diri sendiri, “Loh? Tidak mungkin pihak hotel memberikan kunci ini secepat dan semudah ini. Gimana prosedurnya? Apa mereka tidak curiga siapa tahu aku bohong? Atau mereka bersekongkol? jadi biar tidak ketahuan mereka memberikan aku kesempatan untuk mengecek langsung keadaan kamar mama?”. Semua pertanyaan bodoh itu berputar sejenak dipikiranku sembari aku mencapai kamar mama. Begitu aku gunakan kartu pemberian sang pegawai tadi, kubuka pintu kamarnya secara perlahan. Betapa terkejutnya lah diriku dengan apa yang kulihat. Yang kulihat dari kamar mama adalah ketidakrapian dan keberantakan, yang bukan merupakan mama banget. Semua sangat berantakan. Kursi tidak pada tempatnya, bahkan ada yang dalam keadaan terbalik. Baju-baju kotor berserakan dilantai, bahkan noda minuman tercetak jelas disalah satu karpet paling mahal itu. Apa yang terjadi? Aku tidak sanggup berkata-kata karena aku tahu ini kelihatannya sungguh sangat tidak baik. Setelah mengumpulkan tenaga kembali, akupun berlari kecil menuju lobby hotel lantai 13 dam berteriak, “PAAAAKKK, siapaaa sajaa!!!! Tolooong mamaa!!!”, dengan harapan aku akan mendapatkan pertolongan. Namun bukan pertolongan yang didapat, mendadak lampu hotel berbintang lima itu padam. Dan aku sangat tidak tahu harus bagaimana. Aku hanya berpikir, mama, mama, dan mama. Kegelapan membuatku semakin cemas akan keadaan mama. Sembari mencari sesuatu yang bisa digunakan sebagai media penerangan, kulangkahkan kaki menuju pegawai tadi. Namun tiba-tiba seseorang datang menghampiriku dan menghimpit badanku. Dan apa yang terjadi? Tentunya aku berontak karena takut orang tersebut adalah penjahat yang sama dengan orang yang mengacaukan kamar mama. Namun karena tidak adanya penerangan pada hotel tersebut aku hanya bisa pasrah dan mengikuti kemauan orang yang telah mengikat dan menutup mataku dengan kain. Kemudian ia membawa ku pada suatu kamar dengan pecahayaan yang bagus dibandingkan kamar lainnya.
***
“Apa yang telah kau lakukan pada mamaku!!!! Lepaskan dia, ambil saja nyawaku, dia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan diriku?” teriakku dalam keheningan kamar dengan mata tertutup dan tangan terikat ke belakang. Berulang kali ku teriakkan hal yang sama namun sang pelaku kejahatan itu seperti tidak mendengarkan dan malah asyik menertawakan diriku. Karena capek dengan keadaan seperti ini ditambah dengan perasaan takut karena entah apa yang akan dilakukan pria itu, aku pun mulai menitikkan air mata. “Paaak, tolong saya pak. Engkau boleh ambil nyawa saya, tapi jangan nyawa ibuku. Pak mohon lepaskan dia.” Ucapku merintih dan terisak-isak layaknya anak kecil yang tidak diberi permen oleh ibunya. Tapi tiba-tiba aku mendengar suara seorang pria yang menjawab pertanyaan yang sudah aku layangkan sekitar satu jam yang lalu itu, “Hahaha, kalau itu hal yang memang kamu mau baiklah, saya akan membuka ikatan matamu”, ucapnya sambil menyalakan lampu kemudian melepaskan ikatan mataku. Sebelum membuka mata, kudapatkan setitik cahaya yang sangat terang yang membuat aku enggan untuk membuka mata. Namun karena diiringi dengan perasaan cemas, takut, dan curiga kuberanikan diri untuk membuka mata. Dan seketika itulah aku menangis.
***
“Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday happy birthday, happy birthday Rahman!”. Tepat didepan mataku tergambar sosok wanita yang sedang memegang sepotong kue yang sangat besar yang diatasnya terdapat dua puluh lilin kecil yang menghiasi kue tersebut dengan sangat indahnya. Ya, wanita cantik itu adalah ibuku. Sembari memegang kue ia datang mendekatiku kemudian berbisik tepat ditelingaku, “Happy birthday sayang!”. Tanpa merasa bersalah ia berkata demikian. Ia tak tahu apa yang telah ia lakukan padaku. Ia tidak tahu betapa cemasnya aku memikirkan dirinya. Kembali dengan mata yang sembab oleh air mata aku berkata, “Jadi??? Ini semua maksudnya apa? Kamar mama yang berantakan?? Pegawai hotel yang bisa memberikan kunci hotel dengan mudah kepada orang yang bahkan tidak dikenalnya?? Jadi itu semua kalian lakukan hanya demi mengerjai aku? Dan siapa yang ulang tahun by the way?”. Dengan heran mama menjawab pertanyaanku ,”Maafkan mama honey, semuanya ide mama, mama sengaja mengundang kamu kehotel ini. Kemudian mengatur segalanya. Tapi itu semua mama lakukan hanya untuk memberikan kejutan untuk anak mama satu-satunya yaitu kamu”. Akupun tertawa dan berkata, “Ma, pertama-tama thanks ya atas ‘kejutan’ yang udah mama buat untuk aku, yang kedua, ulang tahun aku BUKAN hari ini ma, hari ini tanggal 14 Maret 2010, ak berulangtahun 14 Januari, so..???”. “APAAA?? HAHAHAHHAHAHA,” mama langsung tertawa lepas diikuti dengan orang-orang yang tengah mengelilingiku. Entah apa yang terjadi pada mamaku, ia lupa akan ulang tahun anaknya. Walaupun tidak pada saat hari ulangtahunku, setidaknya itu sudah mewakili rasa sayang mama pada diriku, sepertinya. Maka tak heran semua penghuni kamar itu tertawa lepas menertawakan aku yang tengah dikerjai. Namun tiba-tiba ada setitik cahaya yang mengubah semuanya
***
Aku kembali terbangun dari mimpi kecilku akan kejutan tersebut. Kini aku kembali berada dikamarku kecilku dengan laptop yang menyala dan berharap diisi dengan tugasku. Aku hanya bisa tersenyum kecil bila harus mengingat kejadian lucu plus mengerikan itu. Namun ketika sedang asyik tersenyum aku teringat akan tugas IBD dan langsung melihat jam pada layar laptopku. “Waduh, uda jam setengah tiga pagi, tugasku belum mulai sedikitpun, mana besok sudah harus dikumpul. Dan parahnya, belum ada sedikit idepun yang tersangkut di benakku ini. Dari tadi yang kepikiran hanyalah kejutan kecil ulangtahunku.” Ucapku cemas sendiri. Dan tiba-tiba aku berteriak, “NAH!!! Kenapa tidak kepikiran dari tadi ya? Ngapain repot-repot, buat cerpen aja. Cerita tentang kejadian yang telah aku mimpikan tadi. Nanti akan aku beri judul, ‘Kejutan di hari bukan Ulang Tahunku’! hahaha, pasti akan menjadi cerita yang lucu untuk dibaca.” Tanpa membuang banyak waktu, kumanfaatkan segala waktu yang tersisa untuk mengerjakan tugas IBD tersebut dan kemudian langsung kutuangkan pada laptopku. Dengan semangat tanpa berhenti kukerjakan tugas IBD itu yang pada akhirnya dapat diselesaikan pada pukul 6 pagi. Karena aku mendapatkan jadwal kuliah pukul delapan pagi, itu berarti aku masih mempunyai waktu satu setengah jam untuk beristirahat. Dengan tidak membuang-buang waktu minim tersebut, kututup mataku dan berharap dapat bermimpi yang sama dengan mimpiku pada malam itu. Mimpi kejutan di hari bukan ulang tahunku.
***
BAB II – MANUSIA DAN KEBUDAYAAN -
A. Manusia
Manusia di alam dunia ini memeganga peranan yang unik, dan dapat dipandang dari banyak segi. Dalam ilmu eksakta, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia), manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi (ilmu fisika). Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi), manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri, dan yang lain-lain.
Ada dua pandangan tentang unsur-unsur yang membangun manusia
1). Manusia itu terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu
a. Jasad
b. Hayat
c. ruh
d. nafs
2). Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur, yaitu
a. Id, struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak.
b. ego, struktur kepribaian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian ‘eksekutif’ karena peranannya dalam menghubungkan energi Id kedalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain.
c. Superego, struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia lima tahun. Dibandingkan dengan Id an Ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal.
B. Hakekat Manusia
a. Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jiwa adalah roh yang ada di dalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan.
b. Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan engan makhluk lainnya.
Kesempurnaannya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaa, dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Daya rasa (perasaan) dalam diri manusia itu ada dua macam, yaitu perasaan inderawi – rangsangan jasmani melalui pancaindra, tingkatnya rendah dan terdapat pada manusia atau binatang-, perasaan rohani – perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia, misalnya :
- perasaan intelektual
- perasaam estetis
- perasaan etis
- perasaan diri
- perasaan sosial
- perasaan religius
c. Makhluk biokultura, yaitu makhluk hati yang budayawi
Manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi faktor-faktor haati dan budayawi.
d. Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat engan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya
Soren Kienkegaard seorang filsuf Denmark pelopor ajaran “eksistensialisme” memandang manusia dalam konteks kehidupan konkrit adalah makhluk alamiah yang terikat dengan lingkungannya (ekologi), memiliki sifat-sifat alamiah dan tunduk pada hukum alamiah pula.
C. Kepribadian Bangsa Timur
Banyak orang masih sering mempersoalkan perbedaan antara kebudayaan barat dan kebudayaan timur. Padahal konsep itu berasal dari orang Eropa Barat dalam zaman kerika mereka berexpansi menjelajahi dunia, menguasai wilayah luas di Afrika, Asia dan Oseania, dan memantapkan pemerintah-pemerintah jajahan mereka dimana-mana. Semua kebudayaan di luar kebudayaan mereka di Eropa Barat disebutnya kebudayaan Timur, sebagai lawannya kebudayaan mereka sendiri yang mereka sebut kebudayaan Barat.
Orang-orang yang sering mendiskusikan kontras antara kedua konsep tersebut secara populer, bisanya menyangka bahwa kebudayaan timur lebih mementingkan kehidupan kerohanian, mistik, pikiran preologis, keramahtamahan, dan gotong royong. Sedangkan kebudayaan barat lebih mementingkan kebendaan, pikiran logis, hubungan asas guna (hubungan hanya berdasarkan prinsip guna), dan individualisme.
D. Pengertian Kebudayaan
Dua orang antropolog terkemuka yaitu Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa cultural Determinism berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu.
Kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta ‘budhayh’ yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin ‘colere’ yang berarti mengolah tanah. Jadi secara umum kebudayaan adalah segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya; atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya.
Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan Kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknoogi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk masyarakat.
Sutan Takdir Alisyahbana mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir, hal ini amat luas apa yang disebut kebudayaan; sebab semua laku dan perbuatan tercakup di dalamnya, dan dapat diungkapkan pada basis dan cara berpikir; perasaan juga maksud pikiran.
Koentjaraningrat mengatakan, bahwa kebudayaan antara lain berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.
E. Unsur – Unsur Kebudayaan
Unsur adalah apa saja sesungguhnya kebudayaan itu, sehingga kebudayaan disini lebih mengandung makna totalitas dari pada sekedar penjumlahan unsur-unsur yang terdapat di dalamnya.
C. Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture mengenmukakan, bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu :
1. Sistem Religi (sistem kepercayaan)
Merupakan produk manusia sebagai homo religieus. Manusia yang memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan luhur, tanggap bahwa di atas kekuatan dirinya terdapat kekuatan lain yang maha besar. Karena itu manusia takut, sehingga menyembahnya dan lahirlah kepercayaan yang sekarang menjadi agama.
2. Sistem Organisasi kemasyarakatan
Merupakan produk dari manusia sebagai homo socius. Manusia sadar bahwa tubuhnya lemah, namun memiliki akal, maka disusunlah organisasi kemasyarakatan dimana manusia bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.
3. Sistem pengetahuan
Merupakan produk manusia sebagai homo sapiens. Pengetahuan dapat diperoleh dari pemikiran sendiri, disamping itu didapat juga dari orang lain.
4. Sistem mata pecaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi
Merupakan produk manusia sebagai homo economicus menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat.
5. Sistem teknologi dan peralatan
Merupakan produk dari manusia sebagai homo faber. Bersumber dar pemikirannya yang cerdas dan dibantu dengan tangannya yang dapat memegang sesuatu dengan erat, manusia dapat membuat dan mempergunakan alat.
6. Bahasa
Merupakan produk dari manusia sebagai homo languens. Bahasa manusia padamulanya diwujudkan dalam bentuk tandan (kode) yang kemudian disempurnakan dalam bentuk bahasa lisan, dan akhirnya menjadi bentuk bahasa tulisan.
7. Kesenian
Merupakan hasil dari manusia sebagai homo aesteticus. Setelah manusia dapat mencukupi kebutuhan fisiknya, maka dibutuhkan kebutuhan psikisnya untuk dipuaskan. Manusia bukan lagi semat-mata memenuhi kebutuhan isi perut saja, mereka juga perlu pandangan mata yang indah, suara yang merdu, yang semuanya dapat dipenuhi melalui kesenian.
F. Wujud Kebudayaan
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu
1. Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia :
Wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat, dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya, atau dengan perkataan lain, dalam alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan bersangkutan hidup.
2. Kompleks aktivitas :
Berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret, dan dapat diamati atau diobservasi. Wujud ini sering disebut sistem sosial.
3. Wujud sebagai benda :
Aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya. Aktivitas karya manusia tersebut manghasilkan benda untuk berbagai keperluan hidupnya.
G. Orientasi Nilai Budaya
kebudayaan sebagai karya manusia memiliki sistem nilai. Secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :
- Hakekat hidup manusia (MH)
- Hakekat karya manusia (MK)
- Hakekat waktu manusia (WM)
- Hakekat alam manusia (MA)
- Hakekat hubungan manusia
H. Perubahan Kebudayaan
Kebudayaan itu pasti akan berubah, walaupun kebudayaan primitif sekalipin dapat berubah. Tidak ada perubahan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak. Terjadinya gerak/ perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :
- sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan itu sendiri
- sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup.
Perubahan sosial dan kebudayaan berbeda. Perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk didalamnya nilai-nilai.
Perubahan kebudayaan adalah perubahan yang terjadi dalam sistem ide yang dimiliki bersama oleh para warga masyarakat atau sejumlah warga masyarakat yang bersangkutan. Proses akulturasi di dalam sejarah kebudayaan terjadi dalam masa-masa silam. Beberapa masalah yang menyangkut proses itu adalah :
a. unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang mudah diterima
b. unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang sulit diterima.
C. individu-individu manakah yang cepat menerima unsur-unsur yang baru.
d. ketegangan-ketegangan apakah yang timbul sebagai akibat akulturasi tersebut.
- pada umumnya unsur-unsur kebudayaan asing yang muah diterima adalah :
a. unsur kebudayaan kebendaan
b. unsur-unsur yang membawa manfaat besar, misal : radio, komputer, dll.
c. unsur-unsur yang dengan mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsur-unsur tersebut.
- Unsur-unsur kebudayaan yang sulit diterima oleh sesuatu masyarakat adalah misalnya :
a. unsur yang mneyangkut sistem kepercayaan
b. Unsur yang dipelajari taraf pertama proses sosialisasi
- Pada umumnya generasi muda dianggap cepat menerima unsur kebudayaan asing dibandingkan dengan generasi tua seperti orang-orang kolot yang susah menerima unsur baru.
- Berbagai faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknua suatu unsur kebudayaan baru diantaranya :
a. terbatasnya masyarakat memiliki hubungan dengan kebudayan lain
b. susahnya penerimaan unsur baru karena faktor ajaran agama
c. corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru.
d. suatu unsur baru diterima apabila sebelumnya unsur tersebut menjadi landasan
e. apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan.
- Kaitan Manusia dan Kebudayaan
secara sederhana hubungannya adalah : manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang serta dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya sakng terkait satu sama lain. Proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahap, yaitu :
- eksternalisasi, proses manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
- Obyektivasi, proses masyarakat menjadi realitas obyektif
- internalisasi, proses masyarakat disergap kembali oleh masyarakat.
Manusia dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat, oleh karen itu mempunai hubungan keterkaitan yang erat satu sama lain. Pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul manusia atau kebudayaan. Analisa terhadap keberadaan keduanya harus lebih menyertakan pembatasan masalah dan waktu agar penganalisaan dapat dilakukan dengan lebih cermat.
BAB I – TINJAUAN TENTANG ILMU BUDAYA DASAR -
A. Pendahuluan
Ruang lingkup pendidikan di Indonesia memiliki daerah cakupan yang sempit dan condong membuat manusia-manusia ‘pintar’ yang tidak berpandangan luas. Mereka relatif mengesampingkan bidang-bidang yang lain yang dirasa seharusnya perlu untuk dipahami juga. Maka dari itu pembelajaran mata kuliah Ilmu Budaya Dasar ini merupakan salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, kebudayaan, dan tentang berbagai masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari-hari sehingga didapatkan suatu kesamaan bahan pembicaraan maupun pengetahuan dan pandangan yang semakin luas.
Dengan adanya pandangan dan pengetahuan yang luas akan membuat mahasiswa lancar alam berkomunikasi sehingga memperlancar pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang. Selain itu dengan didapatkannya pembelajaran tentang Ilmu ini akan memperluas pengetahuan mahasiswa akan kebudayaan Indonesia. Jadi secara singkat dapatlah dikatakan bahwa setelah mendapat mata kuliah ini mahasiswa diharapkan memperlihatkan :
- Minat dan kebiasaan menyelidiki apa-apa yang terjadi di sekitarnya.
- Kesadaran akan pola-pola nilai yang dianutnya serta bagaimana hubungan nilai tersebut.
- Kerelaan memikirkan kembali dengan hati terbuka nilai-nilai yang dianutnya untuk mengetahui apakah dia secara berdiri sendiri dapat membenarkan nilai-nilai tersebut untuk dirinya sendiri.
- Keberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasanya sudah apat diterimanya denga penuh tanggung jawab dan sebaliknya menolak nilai-nilai yang tidak dapat dibenarkan.
Latar belakang IBD selain mengkaji masalah konteks budaya Indonesia juga berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut :
1. Kenyataan bahwa Indonesia itu terdiri dari banyak suku bangsa dan keanekaragaman budaya didalamnya.
2. Adanya dampak pembenturan nilai budaya yang menyebabkan perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya.
3. Kemajuan IPTEK yang menimbulkan perubahan kondisi kehidupan.
B. Ilmu Budaya Dasar sebagai Bagian Dari Mata Kuliah Dasar Umum
Secara khusus MKDU bertujuan untuk menghasilkan warga negara sarjana yang berkulifikasi sebagai berikut :
1. Berjiwa pancasila sehingga keputusan serta tindakannya mencerminkan pengamalan nilai-nilai pancasila.
2. Takwa terhadap Tuhan YME, bertindak sesuai ajaran agama dan memiliki tenggang rasa terhadap agama lain.
3. Memiliki wawasan yang komprehensif.
4. Memiliki wawasan budaya yang luasnya tentang kehidupan bermasyarakat.
Jadi, pendidikan umum itu menitikberatkan pada usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa.
C. Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Istilah IBD dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities”. Istilah Himanitiesm itu sendiri berasal dari bahasa latin humanus yang diartikan manusia. Hal ini berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebgai homo humanus atau manusia berbudaya. Untuk mengetahui bahwa IBD termasuk kelompok pengetahuan budaya, lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof. Dr. Harsya Bacthiat mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1. Ilmu – ilmu alamiah (natural science)
Bertujuan untuk mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal tersebut digunakan metode ilmiah. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain adalah astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, dan mekanika.
2. pengetahuan budaya (the humanities)
Bertujuan untuk memahami dan mecari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
3. Ilmu – ilmu sosial (social science)
Bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang teradapat dalam hubungan antar-manusia. Untuk mengkkaji hal itu digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah.
D. Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Untuk bisa menjangkau tujuan dalam pemberian pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan , IBD diharapkan dapat :
1. Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan buday, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
2. Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan baru.
3. Mengusahakan agar mahasiswa tidak jatuh kedalam sifat kedaerahan dan pengkotaan disiplin yang ketat.
4. Mengusahakan wahana komunikasi para akademis agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain.
E. Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Bertitik tolak pada kerangka tujuan diatas, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah ilmu budaya dasar. Kedua masalah pokok itu adalah :
1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya.
2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Pokok-pokok bahasan yang akan dikembangkan adalah :
- Manusia dan cinta kasih
- Manusia dan keindahan
- Manusia dan penderitaan
- Manusia dan keadilan
- Manusia dan pandangan hidup
- Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
- Manusia an kegelisahan
- Manusia dan harapan
Dari informasi yang saya dapatkan, taraf atau standardisasi persekolahan di Indonesia itu terbagi atas empat buah. Pertama ada sekolah bertaraf nasional atau standar nasional, kedua bertaraf nasional plus atau standar nasional plus, ketiga sekolah standar internasional, dan yang terakhir sekolah internasional. Wah, dari namanya aja sudah sangat membingungkan! Haha, ini ada sedikit penjelasan dari saya.
- Sekolah Standar Nasional (SSN)
Yang dimaksud dengan sekolah standar nasional ini adalah sekolah yang menjadi acuan bagi sekolah lain didaerahnya. Seperti sekolah percontohan kali ya? Haha…Untuk mengubah status sekolah menjadi SSN, guru-guru disekolah tersebut harus mempunyai sertifikat mengajar. Kalau tidak punya, silahkan dibuat dulu di KUA! Haha, ngga deng. Selain itu, fasilitas dan sarana sekolahnya pun harus memadai. Tapi ada yang paling penting nih, katanya harus mempunyai prestasi nasional dalam jumlah tertentu. Misalnya sekolah A udah menang olimpiade matematika tingkat nasional sebanyak 200 kali. Nah, pantas tuh dikatain sekolah standar nasional. Hehe
- Sekolah Standar Nasional Plus (SSN+)
Sebenarnya antara SSN dengan SSN+ tidak terlalu berbeda. Kan Cuma beda plus doank, hehe. Perbedaan mereka terletak pada bahasa pengantar pelajaran. SSN menggunakan bahasa ibu, Indonesia, sedangkan SSN+ menggunakan bahasa ayah, Inggris. Lo? Haha…Tapi biasanya, kelebihan SSN+ lainnya terletak pada tim pengajar. Biasanya dalam pelajaran bahasa inggris, mereka langsung menggunakan native speaker. Tapi tak terkecuali pada pelajaran lain juga terdapat guru “bulenya”.
- Sekolah Standar Internasional (SSI)
Nah, biasanya sekolah yang telah menjadi SSN maupun SSN+ ini harus mengejar status SSI. Bahasa pengantarnya sama dengan SSN+, yaitu bahasa Inggris. Dalam perubahan status diperlukan akreditasi internasional.
- Sekolah Internasional (SI)
Sekolah Internasional ini merupakan sekolah yang pure internasional, karena mereka tak menggunakan bahasa ibu, melainkan bahasa ayah, Inggris. Yang bersekolah disana pun jarang orang asli Indonesia walaupun ada tapi hanya sedikit. Karena awalnya SI ini bertujuan untuk warga asing yang tinggal di Indonesia. Pada SSN, SSN+, dan SSI mereka menggunakan kurikulum nasional yang diberikan pemerintah, sedangkan SI tidak. Mereka mempunyai kurikulum dan metode belajar sendiri. Mereka juga bebas untuk mengembangkannya sesuai dengan minat dan bakat dan tentunya tanpa UJIAN NASIONAL, haha. Karena tak memiliki ijazah UN, biasanya para siswa lebih memilih untuk melanjutkan sekolah mereka keluar negri. Bagi anak Indonesia yang ingin masuk SI, banyak sekali syarat yang harus diikuti. Diantaranya passport, akte kelahiran, rekomendasi dari departemen pendidikan, dan yang paling penting, language it’s a must! Haha. Buku paket pun biasanya langsung dikirim dari negara yang kurikulumnya mereka gunakan.
Semua sudah terjelaskan, jadi gimana? Bagi yang mau bersekolah? Sudah mempunyai pilihan? Kalo gw mah uda ga punya pilihan lagi, uda tua sih! Haha. Intinya, pilihlah sekolah sesuai dengan masa depan yang anda inginkan. Jika anda mempunyai target untuk study abroad, carilah SI terdekat di daerah anda. Haha, kek mo cari toilet aja.
Apa yang akan terbersit di benak anda bila saya mengatakan windows 7.0? Hmm, pasti anda akan mengatakan, “tampilannya bagus! Seperti vista, bahkan lebih bagus dari vista! Tapi pemakaian memorinya tidak sama dengan vista, malah seperti xp, ringan! Jadi gabungan yang sangat bagus!” Haha..kira-kira seperti itulah pendapat orang-orang secara umum. Windows 7.0 merupakan sistem operasi terakhir yang dikeluarkan oleh Microsoft. Bahkan Microsoft mengklaim bahwa windows 7 bakal jadi sistem operasi terbaik, ringan, tapi tetap aman. Ya memang begitulah adanya. Dalam penggunaan resource pun windows 7.0 lebih hemat daripada rekannya windows vista. Yah, walaupun dalam penggunaan windows ini anda akan sangat memerlukan kartu grafis yang bagus. Menurut saya, minimal yang berlabel “certified for windows vista”. Eits, tapi jangan sombong dulu bagi anda yang telah menggunakan OS ini. Konon katanya, haha, ada kabar yang beredar kalo microsoft tengah mempersiapkan windows 8.0 dan windows 9.0. Namun hal itu masih dalam perbincangan para pakar-pakar IT dunia. Windows 8.0 telah selesai digarap, sedangkan windows 9.0 masih dalam tahap perkembangan. Windows-windows baru yang akan keluar ini tentunya akan melebihi windows 7.0. Dari segi tampilan, ya walaupun sama dengan gabungan antara windows 7.0 dan vista, namun terdapat perubahan GUI (graphical user interface) yang cukup banyak. Diantaranya desain menu login, taskbar, explorer, layar boot system, dan lain-lain. Meskipun demikian, informasi tentang adanya windows baru tersebut sudah disampaikan secara publik (di depan rumahku = hahaha) diantaranya pengembangan dalam hal fungsionalitas untuk akses file di aplikasi office, Office 2010 maybe? Jadi bagi anda pengguna windows 7.0 untuk saat ini terpaksa merugi karena harus menabung lagi untuk membeli windows 8.0 maupun 9.0 nantinya! Haha, ga deng…sebenarnya, semua sistem operasi itu sama saja. Karena dalam pengerjaan tugas yang menggunakan komputer atau laptop, kita tak menggunakan sistem operasinya, melainkan applikasi yang ada di dalamnya. Jadi sebenarnya merasa rugi juga untuk membeli sistem operasi yang canggih-canggih kalo hanya untuk dipandang aja efek-efeknya (itu mah gw yang kaga punya duit! Haha, jadi ga bisa beli yang orgin!). Jadi gimana bagi anda yang berniat akan membeli windows 7.0? Tidakkah anda terpengaruh dengan berita ini? Hahaha…just think about it!
individu, keluarga dan masyarakat
-pengertian individu

Individu berasal dari kata latin, ”individuum” artinya yang “tak terbagi”. Dalam arti luas individu merupakan seorang manusia yang tidak hanya memiliki peran khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Tiga aspek individu yang melekat pada dirinya yakni aspek organic jasmaniah, psikis rohaniah dan aspek social kebersamaan. kegoncangan pada 1 aspek akan membawa akibat pada aspek lainnya.
-pengertian keluarga

Menurut William j goode keluarga dapat diklasifikasikan kedalam beberapa bentuk:
- keluarga nuklir adalah sekelompok keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak yang belum memisahkan diri membentuk keluarga tersendiri
- keluarga luas adalah keluarga yang terdiri dari semua orang yang berketurunan dari kakek, nenek yang sama termasuk dari keturunan masing-masing istri dan suami
- keluarga pangkal adalah jenis keluarga yang menggunakan system pewarisan kekayaan pada satu anak yang paling tua
- keluarga gabungan adalah keluarga yang terdiri dari orang-orang yang berhak atas hasil milik keluarga
cara menuju keluarga yang sehat dan bahagia:
- tercipta kehidupan beragama dalam keluarga
- tersedianya waktu untuk bersama keluarga
- interaksi segitiga antara ayah,ibu dan anak
- saling menghargai dalam interaksi ayah,ibu dan anak
- keluarga menjadi prioritas utama dalam setiap situasi dan kondisi
fungsi keluarga
pengertian fungsi keluarga
Keluarga adalah suatu organisasi nonformal yang dipimpin oleh seorang ayah sebagai kepala keluarga. Kelurga yang baik adalah keluarga yang mampu mendidik serta membuat suatu individu (dalam hal ini anak dalam keluarga tersebut) agar memiliki perilaku serta budi pekerti yang baik dan santun.
Macam-macam fungsi keluarga ada 5 yakni:
- fungsi biologis disini tak bisa dipungkiri lagi bahwa kebutuhan biologis suatu individu sangatlah penting seperti hasrat berhubungan badan antar pria dan wanita.
- fungsi pemeliharaan disini setiap anggota diwajibkan untuk saling melindungi satu sama lain dari semua jenis gangguan
- fungsi ekonomi disini setiap orang tua bertanggung jawab atas kesejahteraan anggota keluarganya
- fungsi keagamaan disini sebuah keluarga yang baik adalah keluarga yang di dalamnya disatukan oleh agama dimana agama dijadikan sebagai pedoman hidup keluarga tersebut untuk menjalankan roda kehidupan mereka dalam segala aspek kehidupan mulai dai hal yang kecil
- fungsi sosial disini adalah tahap pengenalan sosialisasi pada anak disebuah keluarga oleh orangtuanya.
-pengertian masyarakat

Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.
Dalam pertumbuhan dan perkembangan suatu masyarakat dapat digolongkan menjadi:
- masyarakat sederhana
- masyarakat maju, dapat dibedakan menjadi:
- masyarakat non industry : kelompok primer dan sekunder
- masyarakat industry
hubungan antar individu, keluarga, dan masyarakat
Untuk menjadi individu yang mandiri harus melalui proses. proses yang dilaluinya adalah proses pemantapan dalam pergaulan dilingkungan keluarga pada tahap pertama. karakter yang khas itu terbentuk dalam lingkungan keluarga secara bertahap dan akan mengendap melalui sentuhan-sentuhan interaksi (etika,estetika dan moral). dan hal tersebut kemudian akan berkelanjutan dilingkungan masyarakat.
Strategi Mengatasi Ancaman Terorisme
Tindakan terorisme merupakan suatu tindakan kekerasan yang sangat meresahkan setiap warga negara Indonesia. Karena tindakan tersebut mengancam kestabilan negara Indonesiadan merusak citra agama Islam di mata nasional maupun internasional.
Sebenarnya, tindakan tersebut telah lama berkembang di Indonesia. Sebut saja peristiwa Bom Bali I maupun II. Selain itu, dikawasan Jakarta sendiri, telah terjadi ledakan bom di hotel di daerah kuningan. Tentunya, sebelum kita mengulas lebih jauh tentang kejadian tersebut, kita harus tahu dulu apa sebenarnya tindakan terorisme itu.
Terorisme adalah sebuah fenomena yang sulit untuk dimengerti. Aksinya sangat mematikan dan tertutup, membawa banyak korban jiwa, termasuk orang yang tidak bersalah. Dari beberapa insiden, diketahui bahwa seseorang tanpa dasar pendidikan yang cukup dapat melakukan aksi yang spektakuler. Terorisme, ini adalah sebuah mashab atau aliran kepercayaan melalui pemaksaan kehendak, guna menyuarakan pesannya. Melakukan tindakan ilegal yang menjurus kearah kekerasan, kebrutalan bahkan pembunuhan. Istilah lain yang juga sering disebut adalah teroris. Teroris, ini adalah pelaku atau pelaksana bentuk-bentuk terorisme, yang dilakukan baik oleh perorangan ataupun kelompok dengan cara kekerasan sampai pembunuhan. Yang dimulai dengan sistem konvensional hingga modern. Karena itu, secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa efek teroris memiliki dimensi luas, dan umumnya secara langsung memberikan tekanan kepada pemerintah.
Sementara Teror difahami sebagai tindakan untuk menciptakan dan memaksakan kehendak dengan jalan kekerasan, tujuannya untuk menimbulkan rasa takut. Perbedaan pandangan terhadap apa, siapa, kenapa, dan bagaimana tentang terorisme adalah wajar, sejauh ini disikapi secara arif dan bijak.Yang perlu diingat, teror itu merupakan kegiatan intelijen yang dimainkan oleh “dalang” yang tidak atau memang belum pernah terungkap hingga saat ini.
Adjie S,Msc dalam bukunya Terorisme menyebutkan, pada beberapa kasus, beberapa kelompok melakukan“undeclared warfare” kepada suatu negara secara tersembunyi. Dimana kawasan yang memiliki pengalaman konflik secara luas seperti Lebanon, Afghanistan dan El Savador terbukti secara efektif menggunakan taktik teror, bahkan dilakukan oleh dua kelompok yang saling berhadapan.
Kini, teroris memiliki kemampuan yang luar biasa, mampu membentuk kader, dalam sekejab mempersiapkan diri atau kelompoknya menjadi mesin pembunuh yang potensial. Dapat menghancurkan gedung, sekaligus membunuh, menimbulkan rasa takut dan tidak aman.
Bagaimana dengan teroris di Indonesia? Noordin M Top, adalah seorang tokoh teroris yang paling dicari oleh aparat keamanan hingga kini.
Walaupun sempat dikabarkan ia telah dibunuh, namun masih tersiar bahwa ia terselamatkan dari pemburuan itu. Dan pada akhirnya, ia tetap terbunuh juga yang membuat banyak warga Indonesia lega akan tindakan yang pernah dilakukannya. Sesuai dengan aturan yang berlaku pada kelompok teroris, si pemimpin harus memiliki dedikasi tinggi untuk organisasi, pengikut, serta kelompoknya. Ini dimiliki oleh Noordin. Bisa dibayangkan kehebatannya, bahkan mantan Dan Densus 88 Brigjen Pol (Purn) Suryadarma Salim menyebutnya Noordin bukan tokoh teror taman kanak-kanak. Sebagai WN Malaysia dia beroperasi di Indonesia. Sudah sekian lama selalu mampu menghindar belum juga dapat ditangkap, bahkan mampu melakukan serangan bom. Kelompok teroris ini, menghendaki masyarakat luas menyediakan dukungan sehari- hari, seperti pengumpulan data untuk kepentingan intelijen dan sumber dana. Tingkat dan susunan sebuah kelompok teroris terdiri dari pimpinan atau ketua, kader aktif, pendukung aktif, pendukung pasif, dan simpatisan di tengah masyarakat.
Dari beberapa hasil pemeriksaan dan pengadilan, menunjukkan, biasanya mereka bersembunyi dengan menyewa atau membeli rumah. Bersosialisasi dengan masyarakat umum dan berjualan, dalam rangka menyamarkan kegiatan. Di rumah itu mereka melakukan penimbunan senjata, bahan peledak, dan perakitan bom. Anggota jaringan taktis, adalah mereka yang melakukan peledakan bom, melakukan pembunuhan, penculikan, pembakaran.
Semua anggota memiliki dedikasi tinggi kepada kelompoknya. Bahkan beberapa anggota lebih memilih melakukan aksi bunuh diri sekalipun, aksi yang dipahami seluruh anggota, tergantung perintah pimpinan. Jaringan taktis akan bergerak bila pimpinan sudah memutuskan tujuan jangka pendek. Itulah yang dilakukan para teroris.
Amerika Serikat kini lebih terlihat melokalisir peperangannya dengan Al Qaeda di Afghanistan. Presiden Barrack Obama nampaknya telah berhasil melakukan pendekatan dengan negara-negara Islam, agar mata rantai dukungan terhadap teroris dapat diputuskan. Fareed Zakaria mengatakan bahwa AS dalam menghadapi Al-Qaeda sangat memahami, mereka menghadapi sebuah perang yang sangat panjang dengan banyak terjadi pertempuran besar dan kecil.
Dalam mengatasi ancaman terorisme, harus dimulai dengan dasar pemikiran dan strategi yang tepat. Karena teroris umumnya menggunakan dasar ilmu intelijen, maka “counter terorism” di susun dengan pola operasi intelijen. Pertama, penerapan strategi militer, di sektor militer dilakukan operasi bawah tanah, dengan tekanan yang bertujuan menghancurkan kelompok teroris. Setiap orang yang merencanakan dan membantu operasi teroris harus mengerti bahwa dia akan diburu dan dihukum. Operasi mereka akan diganggu, keuangan akan dikeringkan, tempat persembunyian akan terus diserbu. Jika ini berhasil, tidak ada lagi yang jadi masalah di sektor militer. Operasi akan lebih efektif apabila tim merupakan gabungan antara Densus 88/Antiteror dari kepolisian dan satuan-satuan antiteror TNI. Hambatan ketentuan UU dan SOP sebaiknya diatasi dengan pemikiran jangka panjang, karena ancaman teror jelas mengganggu pembangunan dan kredibilitas kondisi keamanan Indonesia dimata negara lain. Semua yang ditata oleh pemerintah akan bisa runtuh dalam sekejap mata dengan sebuah serangan teror. Inilah nilai terpenting yang harus kita sadari bersama.
Kedua, yaitu Strategi politik yang jelas lebih rumit lagi. Sistem politik harus ditata ulang dalam kaitannya dengan bahaya teror. Pelibatan elite politik agar satu suara dalam penanganan masalah teroris sangat dibutuhkan, tidak seperti masa lalu. Dalam hal Bom Bali-I, masih terjadi perbedaan pendapat di antara elite politik. Tokoh-tokoh parpol Islam sangat penting dilibatkan dalam penanganan kasus, agar tidak terjadi tekanan politis bagi pemberantasan teror, bukan ditujukan kepada umat Islam tetapi kepada kelompok radikal teror. Hal yang dibutuhkan adalah sebuah konsensus nasional yang luas. Aliansi politik menjadi masalah penting bagi keamanan nasional kita. Persaingan sudah berlalu dan selesai, kini waktunya bersatu padu menyelamatkan negara.
Ketiga, strategi budaya. Pemerintah bersama tokoh-tokoh agama wajib membantu dan menyadarkan generasi muda Islam di tempat-tempat pendidikan agama. Dari beberapa kasus, mereka ini yang dibina dan dijadikan kader. Beberapa anggota kelompok bersedia dan sadar untuk mati lebih disebabkan karena mampu diyakinkan bahwa “surga” akan didapatnya, dan mereka sudah berada dijalan yang benar. Menjadi tugas kita bersama untuk kembali menyadarkan pemuda-pemuda yang demikian bersemangat, agar kembali memahami pengertian baik dan buruk, pengertian haram dan halal serta pengertian jihad dan mati syahid. Di sisi inilah pemuda itu banyak digelincirkan. Umumnya serangan teror hanya ramai dibicarakan saat kejadian, dan biasanya setelah beberapa lama akan dilupakan. Perang dengan terorisme adalah perang yang sangat serius, kalau dahulu hanya alumnus Ngruki yang dibina, kini nampaknya pengkaderan sudah merambah keorganisasi lain. Yang lebih berbahaya, beberapa yang dikader adalah mereka yang tidak berafiliasi keorganisasi manapun. Strategi budaya harus terus dilakukan pemerintah, kita tidak rela rasanya apabila para pemuda Islam kita yang bersemangat dimanfaatkan dan dilibatkan dalam perang mereka.
Aparat telah mengejar sang Noordin selama lebih dari tujuh tahun, tetapi dia masih bebas berkeliaran dan bahkan mampu melakukan pemboman. Teroris masih bisa hidup karena mereka bercampur dengan rakyat. Oleh karena itu mereka harus dipisahkan dengan rakyat itu. Walau bagaimanapun, dengan jenis senjata termodern sekalipun, dengan strategi yang andal atau taktik yang jitu, sulit untuk memenangkan peperangan menghadapi terorisme tanpa dukungan aktif dan partisipasi dari masyarakat. Teroris tidak akan pernah dapat dikalahkan hanya dengan menggunakan kekuatan fisik saja.
Karena itu memainkan kartu lama digabung dengan kartu baru nampaknya akan lebih bisa diharapkan. Solusi pelengkap dari ketiga strategi itu sederhana saja, aktifkan dan berdayakan Babinsa dan Babin Kamtibmas bersama-sama secara utuh, tidak sebagai pesaing. Babinsa adalah jaringan teritorial yang telah puluhan tahun berpengalaman bergaul dan berperan di masyarakat. Tanpa semuanya itu, maka kita harus terus menerus siap-siap di bom, kita akan “jengkel” karena semua yang sudah di tata itu akan menjadi kacau dan terganggu. Kita akan marah dan kembali akan “jengkel” karena tidak jelas marah kepada siapa. Itulah menakutkannya terorisme.

Dan apa peran yang bisa kita lakukan wahai pelajar? Ya, hal tergampang yang dapat dilakukan oleh mahasiswa dalam pencegahan tindakan terorisme adalah dengan belajar dengan sungguh-sungguh. Dengan belajar kita akan mendapatkan pengetahuan yang sangat banyak yang dapat mengubah pemikiran kita menjadi lebih dewasa dan berpikiran matang. Selain itu, pembelajaran dari segi agama juga harus penting untuk ditingkatkan. Hidup tanpa dukungan agama, akan membuat kita goyah dan gampang tergoda akan sesuatu hal yang secara gampang dapat didoktrin oleh banyak oknum pelaku aksi terorisme. Seperti, dengan sedikitnya pengetahuan agama islam yang kita ketahui, maka dengan gampang sang pelaku terorisme akan mendalami pengetahuan islam kita dengan sesuatu yang menentang islam itu sendiri.
JUST STAY AWAY FROM TERORISM!!
BAB I
PENDAHULUAN
Dewasa ini, masyarakat pedesaan dan perkotaan tidak lagi memiliki nilai-nilai norma yang mereka anut layaknya seperti zaman-zaman dahulu. Kini, norma-norma tersebut sudah tak dianggap lagi. Banyaknya pengaruh dari luar yang tidak terfilter oleh masyarakat kota dan desa juga ikut serta dalam menghilangkan norma tersebut. Demi mengembalikan semua kondisi yang telah berbeda ini, maka dalam makalah ini akan membahas tentang masyarakat perkotaan dan perbedaannya dengan masyarakat pedesaan.
Sebelum berbicara lebih lanjut tentang masyarakat, sebaiknya kita tinjau dulu definisi tentang masyarakat. Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Masyarakat Perkotaan
Parsons mengenai tipe masyarakat kota yang diantaranya mempunyai ciri-ciri :
a). Netral Afektif
masyarakat yang lebih menjunjung nilai rasionalitas dan rasional daripada emosi pribadi.
b). Orientasi Diri
masyarakat yang cenderung bersifat individualistik
c). Universalisme
masyarakat yang semua aspeknya berlaku umum, sehingga pemikiran rasional sangat penting.
d). Prestasi
Mutu atau prestasi seseorang akan dapat menyebabkan orang itu diterima berdasarkan kepandaian atau keahlian yang dimilikinya.
e). Heterogenitas
masyarakat yang terdiri dari banyak komponen dalam susunan penduduknya.
- Ciri-ciri masyarakat Perkotaan
Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat perkotaan, yaitu :
- Kehidupan agama yang berkurang dan bahkan tidak ada karena lebih mementingkan masalah keduniaan saja.
- Bersifat individualisme sehingga lebih mementingkan kepentingan pribadi diatas kepentingan lain.
- Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
- Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota.
- Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota.
- Perubahan-perubahan tampak nyata dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.
2.2 Perbedaan Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan
Ada beberapa ciri yang dapat membedakan masyarakat pedesaan dan perkotaan :
- Jumlah dan kepadatan penduduk
- Lingkungan hidup
- Mata pencaharian
- Corak kehidupan sosial
- Stratifikasi Sosial
- Mobilitas sosial
- Pola Interaksi sosial
- Solidaritas Sosial, dan
- Kedudukan sosial dalam sistem heirarki sistem administrasi sosial
2.3 Hubungan Desa & Kota

Masyarakat Desa dan Kota memiliki hubungan yang sangat erat karena mereka bersifat saling ketergantungan. Masyarakat kota bergantung pada bahan pangan yang dihasilkan oleh masyarakat pedesaan. Masyarakat pedesaanpun kadangkala bila pekerjaan dibidang pertanian menyurut, mereka lebih memilih merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja. Misalya seperti pekerjaan perburuhan yang dilakukan dalam suatu proyek pembangunan dimana membutuhkan pekerja yang banyak.
Secara teoristik, kota merubah atau paling mempengaruhi desa melalui beberapa cara, seperti: (i) Ekspansi kota ke desa, atau boleh dibilang perluasan kawasan perkotaan dengan merubah atau mengambil kawasan perdesaan; (ii) Invasi kota , pembangunan kota baru seperti misalnya Batam dan banyak kota baru sekitar Jakarta merubah perdesaan menjadi perkotaan. Sifat kedesaan lenyap atau hilang dan sepenuhnya diganti dengan perkotaan; (iii) Penetrasi kota ke desa, masuknya produk, prilaku dan nilai kekotaan ke desa. Proses ini yang sesungguhnya banyak terjadi; (iv) ko-operasi kota-desa, pada umumnya berupa pengangkatan produk yang bersifat kedesaan ke kota. Dari keempat hubungan desa-kota tersebut kesemuanya diprakarsai pihak dan orang kota.
Salah satu bentuk hubungan antara kota dan desa adalah :
a). Urbanisasi dan Urbanisme
Dengan adanya hubungan Masyarakat Desa dan Kota yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan tersebut maka timbulah masalah baru yakni ; Urbanisasi yaitu suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan. (soekanto,1969:123 )
Sebab-sebab Urbanisasi
- Faktor yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan daerah kediamannya antara lain :
- Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian.
- Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern.
- Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.
- Didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
- Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.
- Faktor yang ada di kota yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap di kota antara lain :
- Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa dikota banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan
- Dikota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan.
- Pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak dikota dan lebih mudah didapat.
- Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam kultur manusianya.
- Kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau untuk mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah
ASPEK POSITIF DAN NEGATIF
Secara umum, suatu lingkungan perkotaan harus memiliki 5 unsur yang meliputi :
- Wisma
- Karya
- Marga
- Suka
- Penyempurnaan
Kelima unsur pokok ini merupakan pola pokok dari komponen perkotaan.Untuk itu semua maka tugas dan fungsi aparatur pemerintah kota harus ditingkatkan :
- Aparatur kota harus dapat menyelesaikan berbagai masalah
- Kelancaran dalam pelaksanaaan pembangunan
- Masalah keamanan kota harus dapat ditangani dengan baik
- Dalam rangka pemekaran kota,harus ada kerja sama yang baik dari berbagai pihak.
Dengan ini semua maka diharapkan pengembangan kota dan desa dapat dijalankan secara merata, tidak terpusat hanya pada suatu tempat dan program.
smiley ato emoticon di facebook yang banyak orang belum tau nih!
: )
:p :D :O ;) 8) 8| >:( :\ :’( 3:)
O:) :-* <3 ^_^ -_- O.o >:o :v :3
: | ] :putnam: (^^^)
Dari Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas.
Persamaan kimia menggambarkan perubahan sesuatu bahan kimia kepada bahan lain yang disebabkan oleh kecenderungannya melakukan tindak balas apabila bercampur dengan bahan kimia lain atau penguraian tersendiri oleh tindakan haba atau cahaya. Persamaan ini menggunakan simbol kimia untuk menunjukkan apa yang berlaku di dalam sesuatu tindak balas kimia. Bahan awal yang digunakan di dalam sesuatu tindak balas dikenali sebagai reaktan manakala bahan yang terhasil dikenali sebagai hasil. Di dalam persamaan kimia, setiap bahan yang terlibat diwakili oleh formula kimianya dengan semua reaktan dituliskan di sebelah kiri dan hasil disebelah kanan. Bahan ini dipisahkan daripada satu sama lain oleh satu anak panah yang menghala ke arah hasil (reaktan → hasil). Jika terdapat lebih daripada satu reaktan atau hasil dalam sesuatu tindak balas maka sebatian ini dipisahkan oleh tanda campur (+). Contohnya, serbuk zink (Zn) dipanaskan bersama dengan serbuk sulfur (S), serbuk putih zink sulfida (ZnS) dihasilkan. Tindak balas ini boleh diwakili oleh persamaan kimia seperti berikut: Zn (p) + S (p) → ZnS (p) Huruf di dalam kurungan menunjukkan keadaan sebatian tersebut ketika tindak balas berlangsung; pepejal (p), cecair (ce), gas (g) dan akueus (ak). Sebagai contoh persamaan seimbang lain bagi tindak balas di antara gas hidrogen dan gas oksigen ialah 2H2 (g) + O2 (g) → 2H2O (ce).
http://ms.wikipedia.org/wiki/Persamaan_kimia